Cara Berkebun Hidroponik Sederhana dan Praktis



Mendapatkan sayuran segar tanpa pestisida adalah salah satu harapan dari proses menanam sayuran sendiri. Yang sering menjadi permasalahan ialah tak semua orang memiliki lahan yang cukup untuk menanam sayuran tersebut. Sehingga salah satu solusinya adalah menanam sayur dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah atau yang biasa dikenal dengan hidroponik.

Bagi kamu yang hobinya berkebun, menanam sayuran dengan menggunakan cara hidroponik dapat menghilangkan stres. Namun, tak semua orang paham cara menanam hidroponik. Berikut, mimin sudah merangkum cara menanam hidroponik yang sederhana untuk pemula.

Apa itu Berkebun Hidroponik?

Hidroponik merupakan salah satu cara bertanam yang menggunakan air sebagai medianya sehingga tidak memerlukan tanah atau lahan yang luas. Sederhananya, hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai pengganti tanah yang diperkaya dengan nutrisi. Hal ini, membuat persoalan nutrisi, pengendalian hama dan pencahayaan lebih mudah dikelola. Tak hanya itu, berkebun hidroponik juga memiliki beragam manfaat. Kamu bisa membacanya disini manfaat berkebun hidroponik.

Cara Berkebun Hidroponik Sederhana di Rumah

Salah satu kelebihan cara berkebun dengan metode hidroponik adalah mengurangi risiko atau masalah budidaya yang berhubungan dengan tanah seperti gangguan serangga, jamur dan bakteri yang hidup di tanah. Maka tak heran, bila artis cantik Maya Septha menyukai kegiatan berkebun hidroponik ini. Berikut adalah cara menanam hidroponik yang dapat diterapkan di rumah.

1. Cara Berkebun Hidroponik dengan Sistem NFT



Cara berkebun hidroponik dengan sisitem NFT atau yabg dikenal juga sebagai Nutrient Film Technique merupakan metode hidroponik yang menggunakan teknik aliran tipis. Yang artinya, hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya.

Hidroponik NFT biasanya cocok digunakan untuk sayuran berumur pendek, seperti pakcoy, caisim, lettuce, kailan, bayam, kangkung, tomat dan paprika.

Cara membuat instalasi hidroponik sederhana dengan sistem NFT ini juga tidaklah rumit. Berikut langkah-langkahnya.

Pembuatan Kerangka Hidroponik NFT

  • Buatlah kerangka konstruksi terbuat dari aluminium atau kayu

  • Tinggi kayu dikurangi 5cm setiap meternya sehingga talang yang diletakkan di atasnya akan mempunyai kemiringan 5%.

  • Selanjutnya, pasang talang hujan paralon terbuat dari PVC berbentuk U dengan panjang 4m, tinggi 12cm, lebar dasarnya 11cm dan berbentuk rata.

  • Kedua ujung talang diberi tutup yang terbuat dari PVC juga.

  • Kemudian, tutup pada talang bagian atas di beri lubang untuk selang PE ukuran 8mm sebagai inlet atau masuknya kucuran larutan ke dalam talang. Jangan lupa tutup pada ujungnya diberi lubang untuk selang PE ukuran 13mm sebagai outlet atau keluarnya kelebihan larutan.

  • Selang PE disambung dengan paralon yang bermuara di kolam tandon.

  • Terakhir, di dalam kolam ada pompa submersible atau pompa celup yang memompakan kembali larutan ke inlet talang sebagai kerja resirkulasi atau daur ulang aliran. Dengan kemiringan 5% debit larutan hara yang masuk melalui inlet ke dalam talang 1,5L per menit dan larutan akan mengalir ke ujung bawah. Untuk tebal aliran hanya 3-4mm sehingga disebut film (lapisan tipis). Dengan besar debit tersebut, tanaman diujung bawah tetap akan mendapatkan aliran larutan sehingga pertumbuhan tanaman di sepanjang talang akan sama.

Penanaman

  • Proses menanam dimulai dengan meletakkan anak semai ke tengah paralon.

  • Apabila anak semai tidak menyentuh larutan nutrisi, maka gelar guntingan kertas koran selebar dasar talang dan sepanjang talang. Kertas koran di sini berfungsi sebagai sumbu pengantar larutan ke akar anak semai.

  • Sebagai penyangga tanaman, gunakan styrofoam dengan ukuran panjang 100cm, lebar 11cm, dan tebal 1,5cm.

  • Agar styrofoam tidak berada di dasar talang, diberi penyangga berupa batu split. Batu split bisa berukuran 2-3cm yang diletakkan secara zig zag di dasar talang dengan jarak sekitar 25cm. Dengan ukuran batu split tersebut berarti ada rongga udara setebal 2-3 cm antara dasar talang dengan helaian styrofoam.

  • Batu split berukuran 2-3 cm yang digunakan untuk menopang helaian styrofoam dapat diperbesar menjadi 3-4cm untuk sayuran kailan. Kailan mempunyai hipokotil atau pangkal batang yang panjang sekali.

  • Potongan styrofoam yang ditumpangkan pada batu split diberi lubang tanam berdiameter 1,5cm seetiap 15cm.

  • Pada lubang styrofoam tersebut ditancapkan anak semai dengan atau tanpa dibungkus dengan busa.

  • Pada sayuran buah dan buah hidroponik, perlu diberi penyangga bambu agar berat buah tidak membuat paralon melengkung. Hal ini terhindar ari macetnya aliran nutrisi di dalam paralon.

2. Cara Berkebun Hidroponik Sistem Wick



Sistem Wick merupakan cara tanam hidroponik dengan sistem pasif. Komponen sistemnya antara lain wadah penampung nutrisi, net pot, wadah net pot, serta sumbu atau kain.

Tanaman yang cocok menggunakan hidroponik sistem ini biasanya sayuran daun, seperti kangkung, bayam, selada, dan seledri. Untuk media tanam, cocoknya adalah rockwool dan busa. Keunggulan dari sistem wick ini adalah sederhana, murah, dan mudah dibuat. Jadi cocok untuk pemula sebagai media belajar hidroponik.

Berikut cara berkebun hidroponik dengan sistem wick yang cukup sederhana. Berikut langkah-langkahnya.

Bahan dan Alat untuk Membuat Hidroponik Sistem Wick

1. Botol bekas minuman ukuran 600ml

2. Gunting, pisau, atau cutter

3. Sumbu, kain bekas, atau kain flanel sebagai pengalir nutrisi (wick system)

4. Bibit tanaman yang sudah dikembangkan di media rockwool

5. Air

6. Nutrisi pupuk A & B (berbentuk cair atau bubuk). Anda bisa menemukannya di toko khusus tanaman atau pertanian. Sesuaikan jenis nutrisi dengan tanaman yang Anda pilih (sayur atau buah).

7. Paku.

Catatang penting, sebelum dipindahkan ke media tanam hidroponik yang akan dibuat, kembangkan dulu bibit tersebut dengan menggunakan rockwool. Rockwool juga merupakan media tanam namun hanya cocok sebagai tempat penyemaian bibit hingga tumbuh menjadi benih.

Cara Menanam

1. Potong botol minuman bekas menjadi dua dengan menggunakan cutter, pisau, atau gunting. Pastikan ukuran botol bagian bawah lebih besar daripada ukuran bagian atas.

2. Tuangkan air ke dalam bagian botol bawah lalu masukkan pupuk nutrisi A & B sesuai takaran. Perbandingannya, masing-masing 5 ml untuk setiap liter air. Sisihkan.

3. Lubangi permukaan pada bagian leher botol dengan menggunakan paku kecil di beberapa titik. Lubangi juga bagian penutup botol sebagai jalur masuk sumbu nantinya.

4. Masukkan sumbu, kain bekas, atau kain flannel ke dalam celah penutup botol yang akan dibuat. Pastikan sumbu cukup panjang di kedua sisi agar dapat menyerap air yang akan dituangkan dan juga mengenai bagian benih tanaman. Lalu letakkan dengan posisi terbalik ke dalam botol yang telah berisikan air.

5. Masukkan benih yang masih tertanam pada rockwool ke dalam bagian botol yang telah dibalik.

6. Pastikan benih terkena dengan bagian sumbu yang sudah terbasahi dengan larutan nutrisi dan air. Anda juga bisa menggunakan media tanam seperti sekam bakar, batu bara merah yang telah dihancurkan, serta spon untuk menjaga bentuk tanamanan agar tiduk mudah patah.

7. Letakkan botol di area yang ramah sinar matahari namun tidak rawan terkena hujan agar benih tumbuh dengan baik.

8. Lakukan proses tersebut untuk membuat media tanam lainnya.

3. Cara Berkebun Hidroponik dengan Botol Bekas



Berkebun dengan metode hidroponik memang sudah menjadi cara berkebun yang populer. Cukup dengan perantara air dan tempat yang tidak terlalu luas, cara menanam hidroponik sederhana dengan botol bekas pastinya tidak akan membuat orang kerepotan.

Berikut cara mudah menanam hidroponik dengan botol bekas.

  •  Siapkan botol bekas

Pertama, siapkan botol bekas. Lalu, potong botol tersebut menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.

Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

  • Hubungkan kedua bagian botol

Hubungkan kedua bagian botol dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan bisa berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor, kamu juga bisa menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Berikan lubang pada bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Perlu diketahui, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.

  •  Mengisi air berzat hara

Setelah semua sistem dapat beroperasi, selanjutnya tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara merupakan air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

  • Siapkan media tanam

Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isilah dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.

  • Ganti air berzat hara secara rutin

Air berzat hara lama-kelamaan akan terus menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru. Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari. Jangan lupa untuk memberi perhatian kepada tanaman dan tambahkan pupuk kompos agar semakin cepat panen.

Itulah cara berkebun hidroponik yang sederhana untuk para pemula dan bisa untuk kamu lakukan di rumah. Kamu juga bisa belajar berkebun biasa atau menggunakan media tanah yang praktis disini tips berkebun yang praktis untuk pemula.

Komentar

Postingan Populer